Jalur Wisata Tumbuhan Obat di Kebun Raya Bogor

Authors

R. Syamsul Hidayat, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Ria Cahyaningsih, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Dina Safarinanugraha, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Izu Andry Fijridiyanto, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Iteng Dayana Karyantara, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Keywords:

Tumbuhan Obat, Kebun Raya Bogor

Synopsis

Pada HUT ke-198, Kebun Raya Bogor telah meresmikan Taman Koleksi Tumbuhan Obat yang dilengkapi lima jalur wisata edukasi, yang kemudian dikenal sebagai "Jalur Tumbuhan Obat".

Sepanjang jalur wisata kita dapat mengetahui manfaat dari beragam tumbuhan obat, diantaranya adalah air rebusan rebung muda bambu kuning ternyata bermanfaat untuk mengobati penyakit hepatitis. Air seduhan bunga kenanga dapat mengobati nyeri otot dan sendi. Selain itu, segelas air perasaan jeruk purut hangat dapat melegakan pernapasan saat flu. Begitu banyak informasi tentang manfaat tumbuhan obat yang dapat kita gunakan.

Oleh karena itu, kulik (kupas dan telisik) lebih cermat semua informasi terkait jenis tumbuhan obat dan manfaatnya. Selain itu, kita juga dapat memilih jalur wisata yang akan kita lalui karena setiap jalur memiliki waktu tempuh rata-rata satu jam, namun memiliki perbedaan pada kondisi topografi dan jumlah kalori tubuh yang akan terbakar saat menelusuri jalur wisata.

Mari memulai petualang dengan membaca buku ini terlebih dahulu, kemudian langkahkan kaki untuk menikmati koleksi tumbuhan obat di Kebun Raya Bogor. Berangkat!

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriyani, D.H. 2007. Jahe Hias: Zingiber spectabile. Ciherang Segunung, Pacet, Cianjur: Balai Penelitian Tanaman Hias.

Adriyani, D.H., dan S.S. Suwarno. 2002. Karakterisasi Koleksi Zingiberaceae di Balai Penelitian Tanaman Hias. Segunung, Cianjur.

Aguilar, N.O. 2001. “Artabotrys R. Br. ex Ker Gawl.” Dalam Plant Resources of South-East Asia 12 (2): Medicinal and Poisonous Plants 2, diedit oleh J.L.C.H. van Valkenburg, dan N. Bunyapraphatsara, 85–89. Leiden: Backhuys Publishers.

Agusta A. 2003. “Coscinium fenestratum (Gaertn.) Colebr.” Dalam Prosea 12 (3): Medicinal and Poisonous Plants, diedit oleh R.H.M.J. Lemmens dan Bunyapraphatsara, 139–140. Leiden: Backhuys Publishers.

Ahmed, Q.U., A. Umar, M. Taher, D. Susanti, M.Z.A.M. Amiroudine, dan J. Latip. 2014. “Phytochemical Investigation of the Leaves of Tetracera scandens Linn. and In Vitro Antidiabetic Activity of Hypoletin.” Makalah disajikan pada Proceedings of International Conference on Science, Technology, and Social Sciences (ICSTSS) 2012, 591–608. Pahang, Malaysia.

Ahmed, S., dan S. Idris. 1997. “Melia azedarach Linn.” Dalam Plant Resources of South-East Asia 11: Auxiliary Plants, diedit oleh I.F. Hanum dan L.J.G. van der Maesen, 187–190. Leiden: Backhuys Publishers.

Alonzo, D.S. 1999. “Morus nigra L.” Dalam Plant Resources of South-East Asia 12 (1): Medicinal and Poisonous Plants 1, diedit oleh L.S. de Padua, N. Bunyapraphatsara, dan R.H.M.J. Lemmens, 363–364. Leiden: Backhuys Publisher.

Backer, A., dan R.C. Bakhuizen van Den Brink. 1963. Flora of Java (Spermatophytes Only) Vol. I. Groningen: NVP Noordhoff.

–––––––. 1968. Flora of Java (Spermatophytes Only) Vol. III. Groningen: NVP Noordhoff.

Downloads

Published

December 2, 2020