Dilema Pengelolaan Danau secara Multifungsi Perspektif Sosial dan Ekonomi

Authors

Intan Adhi Perdana Putri dan Syarifah Aini Dalimunthe

Keywords:

Dilema, Pengelolaan, Danau, secara, Multifungsi, Perspektif, Sosial, Ekonomi

Synopsis

Editor: Intan Adhi Perdana Putri dan Syarifah Aini Dalimunthe

Penulis: Intan Adhi Perdana Putri, Mahmud Thoha, Mochammad Nadjib, Nur Hadiati Endah, dan Syarifah Aini Dalimunthe

Setiap tahun, jumlah danau berstatus kritis semakin bertambah di Indonesia, sejalan dengan meningkatnya eksploitasi yang tidak diikuti dengan upaya pelestarian. Hal ini membuat para peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi LIPI merasa perlu untuk melakukan kajian melalui berbagai pendekatan secara ilmiah untuk menemukan solusi dari permasalahan lingkungan tersebut.
Buku ini hadir di saat yang tepat untuk menjawab tantangan pengelolaan danau multifungsi di Indonesia. Dengan mengambil studi kasus pada pengelolaan Danau Maninjau, serta dikemas dalam penyajian yang informatif serta edukatif agar lebih mudah dicerna oleh berbagai pihak, bunga rampai ini mencoba menawarkan gagasan untuk menilik ulang tata kelola danau sekaligus diharapkan akan memberikan pemahaman yang jelas kepada para pembaca tentang pengelolaan danau secara multifungsi perspektif sosial dan ekonomi, yang memiliki tujuan untuk mempertahankan keberlanjutannya di masa mendatang.

Secara khusus buku ini dapat digunakan untuk berbagai pihak untuk memahami tentang tata kelola danau jangka panjang sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nilai kebudayaan, sosial dan ekonomi masyarakat tanpa menganggu pemulihan eksosistem biofisik danau. Selain itu, bunga rampai ini juga merupakan salah satu sumber referensi yang tepat untuk kalangan yang menaruh minat terhadap pengelolaan danau dan lingkungan sekitarnya, seperti: pemerintah daerah setempat, para peneliti atau aktivis lingkungan, akademisi maupun para pihak yang melakukan kajian terkait pengelolaan danau dan lingkungan sekitarnya.

 

Copyeditor :  Nikita Daning Layouter : Erna R. dan Rahma Hilma Taslima Cover designer  : Meita Safitri Registrasi : ISBN 978-602-496-114-5 Halaman : xvi + 134 hal. Dimensi : A5 (14,8 × 21 cm)

©2020 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Downloads

Download data is not yet available.

References

Clark, C. W. (1973). e economics of overexploitation. Science, 181(4100), 630–634.

Clark, C. W. (1980) Restricted access to common-property shery resources: A game-theoretic analysis. In P. -T. Liu (Ed.), Dynamic Optimization and Mathematical Economics: Mathematical Concepts and Methods in Science and Engineering. New York: Plenum Press.

Hardin, G.(1968). e tragedy of the commons. Science (3859), 1243–1248. doi: 10.1126/science.162.3859.1243.

Jørgensen, S. E., Lö er, H., Rast, W., & Straškraba, M. (2005). Lake and reservoir management. Amsterdam, Belanda: Elsevier.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2011). Pro l 15 danau priorotas nasional. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (2009). Program penyehatan Danau Maninjau dan pemberdayaan masyarakat di sekitar danau. Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Soeprobowati, T. R. (2015). Integrated lake basin management for save Indonesian lake movement. Procedia Environmental Sciences, 23, 368–374.

Williams, T. O. (1998). Multiple uses of common pool resources in semi-arid West Africa: A survei of existing pratices and option for sustainable resource management. Natural Resource Perspectives, 38.

Adrianto, L., Al Amin, M. A., Solihin, A & Hartoto, D. I. (2010). Konstruksi kelembagaan dalam pengelolaan perikanan di era desentralisasi (Working Paper PKSPL-IPB, Pusat Kajian Pesisir dan Sumber daya Lautan, Institut Pertanian Bogor).

Arham, I. F. (2012). Kajian lanskap budaya lingkar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Skripsi, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor).

BPS Kabupaten Agam. (2015). Tanjung Raya dalam angka 2014. Kabupaten Agam, Sumatra Barat: Badan Pusat Statistik.

Bailey, C. & Zener, C. (1992). Community-based sheries management institution in Indonesia. Maritime Anthropological Studies, 5(1), 1–17.

Balland, J. -M. & Platteau, J. -P. (1996). Halting degradation of natural resources: Is there a role for rural communities? New York: FAO and Claredon Press.

Bennet, J. W. (1978). e ecological transition: Cultural anthropology and human adaptation. New York: Pergamnon Press Inc.

Borrini-Feyerabend, G. (2001). Making partnership with communities and other stakeholders. Dalam G. Kelleher (Ed.), Guidelines for marine protected area. Glend, Switzerland: IUCN, 29–36.

Christyawaty, E. & Refrisul. (2008). Kinerja pemerintah nagari di era “kembali ke nagari” di Sumatera Barat. Padang: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Clark, C. W. (1973). e economics of overexploitation. Science, 181(4100), 630–634.

Coastal Communities News. (Tanpa tahun). Community based co- management o ers a better way to manage shery: an exciting and innovative way to bring real hope to coastal communities. Coastal Communities News, 1(6).

Diradjo, I. Dt. S. (2013). Tambo alam Minangkabau: Tatanan adat warisan nenek moyang orang minang. Bukittinggi: Kristal Multimedia.

Firmansyah, N., Gantika, N., & Ali, M. (1997). Dinamika hutan nagari di tengah jaring-jaring hukum negara. Jakarta: Huma dan Qbar.

Hardin, G. (1968). e tragedy of the commons. Science, 162, 1243–1248.

Jentoft, S. (1989). Fisheries management: Delegating government responsibility to shermen’s organization. Marine Policy, 13(2), 137– 154.

Kusumanto, T., Yuliani, E. L., Macoun, P., Indriatmoko, Y., & Adnan, H. (2006). Learning to adapt managing forests together in Indonesia. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR).

Libecap, G. D. & Wiggins, S. N. (1985). e in uence of private contractual failure on regulation: e case of oil eld unitization. Journal of Political Economy, 93(4), 690–714.

Lukman. (2015). Populasi pensi (Corbicula moltkiana, Prime 1878) di Danau Maninjau terkait penangkapannya dan aktivitas keramba jaring apung (Disertasi Doktor, Insitut Pertanian Bogor).

Mathew, S. (1990). Fishing legislation and gear con ict in Asian countries. Brussels, Belgia: International Collective in Support of Fishworkers.

Nadjib, M. (2015). Optimalisasi fungsi ganda perairan umum daratan dalam pengembangan ekonomi daerah: Kasus Danau Singkarak. Jakarta: Pusat Penelitian Ekonomi LIPI bekerja sama dengan Penerbit Elmatera.

Naim, M. (1984). Merantau: Pola migrasi suku Minangkabau. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nasution, C., Sari, Y. D & Huda, H. M. (2011). Perikanan budi daya di Danau Maninjau: Antisipasi kebijakan penanganan dampak kematian masal ikan. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 1(1), 19–31.

Ostrom, E.(1990). Governing the commons: e evolution of institutions for collective action (political economy of institutions and decisions). Cambridge: Cambridge University Press.

Pemerintah Kabupaten Agam. (2010). Rencana tata ruang wilayah Kabupaten Agam 2010–2030. Kabupaten Agam, Sumatra Utara: Pemerintah Kabupaten Agam.

Pomeroy, R. S. (1995). Community-based and co-management institutions for sustainable coastal sheries management in Southeast Asia. Ocean and Coastal Management, 27(3), 143–162.

Pribadi, A., Mulyadi, E., & Pratomo, I. (2007). Mekanisme erupsi ignimbrit kaldera Maninjau, Sumatera Barat. Jurnal Geologi Indonesia, 2(1), 31–41.

Pusat Penelitian Limnologi LIPI. (2009). Program penyehatan Danau Maninjau dan pemberdayaan masyarakat di sekitar danau (Ringkasan Kegiatan LIPI di Danau Maninjau tahun 2001–2009). Cibinong: Pusat Penelitian Limnologi LIPI.

Schlager, E. & Ostrom, E. (1992). Property-rights regimes and natural resources: A conceptual analysis. Land Economics, 68(3), 249–262

Pamuncak, S. (Ed.). (2000). Kembali ke nagari. Padang: Tanpa penerbit.

Syandri, H. (2004). Penggunaan ikan nilem (Osteochilus hasellti CV) dan ikan tawes (Puntius javanicus CV) sebagai agen hayati pembersih perairan Danau Maninjau, Sumatera Barat. Jurnal Natur Indonesia, 6(2), 87–90.

Wahyono, A. (2005). Keberadaan hak adat dalam pemanfaatan sarang burung walet di habitat alami: Antara harapan dan kenyataan. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 7(2), 99–112.

Wantrup, C. S. V. & Bishop, R. C. (1986). Milik bersama sebagai suatu konsep kebijaksanaan pengelolaan sumber daya laut. Dalam I. R. Smith dan F. Marahuddin (Eds.), Ekonomi perikanan dari teori ekonomi ke pengelolaan perikanan. Jakarta: Gramedia.

Al-Qaradhawi, Y. (2006). Fiqih maqoshid syariat: Moderasi Islam antara aliran tekstual dan aliran liberal. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Chapra, M. U. (2001). Masa depan ilmu ekonomi: Sebuah tinjauan Islam. Depok: Gema Insani Press.

Jaya, W. K. (2012). “Mengenal lebih dekat teori kelembagaan baru.” Diakses pada 19 September 2018 dari https://feb.ugm.ac.id/en/research/ lecturer-s-article/artikel-dosen/829-mengenal-lebih-dekat-teori- ekonomi-kelembagaan-baru-new-institutional-economic

Keputusan Bupati Agam Nomor 166 Tahun 2011 tentang Badan Pengelolaan Kelestarian Kawasan Danau Maninjau.

North, D. C., & omas, R. P. (1973). e rise of the Western World: A new economic history. New York: Cambridge University Press.

Peraturan Bupati Agam Nomor 22 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Danau Maninjau.

Peraturan Daerah Kabupaten Agam No 5 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Kelestarian Kawasan Danau Maninjau.

Permen Nomor 28/PRT/M/2015-JDIH PUPR tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau.

Robin, L. (1932). An essay on the nature and signi cance of economic science. London: Mc Millan & Co.

Wibawa, B. (2017). “Maqashid syariat pemikiran Imam Al-Qhazali.” Diakses pada 19 November 2018 dari http://piuii17.blogspot.com/2017/11/ maqashid-syariah-pemikiran-imam-al.html

Pratama, M. Pengertian Kelembagaan Ekonomi, 13 Oktober 2012. Diakses pada 15/09/2018, https://Pengertian Kelembagaan Ekonomi hal. 10.blogspot.com.

Mustika, R. A. R. (2017). Pengertian ekonomi syariah. Diakses pada 19 September 2018 dari https://www. nansialku.com/de nisi-ekonomi- syariah-adalah/

Trobos. (2016). Menata perikanan Toba. Trobos Aqua, 52.

Admiraal, J. F., Wossink, A., de Groot, W. T., & de Snoo, G. R. (2013). More than total economic value: How to combine economic valuation of biodiversity with ecological resilience. Ecological Economics 89, 115–122.

Amalia, M. (2010). Designing a choice modelling survei to value the health and enviromental impacts of air pollution from the transport sector in the Jakarta metropolitan area. Singapura: Economy and Environment Program for Southeast Asia (EEPSEA). Brookshire, D. S. & Crocker, T. D. (1981). e advantages of contingent valuation methods for bene t-cost analysis. Public Choice, 36(2), 235–252.

Busti, E. (2016). Penyelamatan Danau Maninjau. Dipresentasikan pada Diskusi Kelompok Terpumpun Pemerintah di Kabupaten Agam tanggal 22 April 2016.

BPS Kabupaten Agam. (2015). Kecamatan Tanjung Raya dalam Angka. Kabupaten Agam: BPS Kabupaten Agam.

BPS Kabupaten Agam. (2016). Produk Domestik Bruto Kabupaten Agam 2010–2016. Kabupaten Agam: BPS Kabupaten Agam.

Cameron, T. A. (1988). A new paradigm for valuation non-market goods using referendum data: Maximum likelihood estimation by censored logistic regression. Journal of Environmental Economic and Management, 15(3), 355–379.

Fauzi, A. (2004). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Fauzi, A. (2014). Valuasi ekonomi dan penilaian kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. Bogor: IPB Press.

Gonzalez-Anton, C. & Arias, C. (2001). e incorporation of integrated management in European water policy. Dalam M. A. Marino & S. P. Simonovic, Integrated water resources management. Oxfordshire, Inggris: International Associations of Hydrological Sciences, 69–74.

Gordon, H. S. (1954). e economic theory of a common-property resource: e shery. Dalam C. Gopalakrishnan, Classic papers in natural resource economics, 178–203. London: Palgrave Macmillan.

Haab, T. C. & McConnell, K. E. (2002). Valuing environmental and natural resources: e econometrics of non-market valuation. Cheltenham, Inggris: Edward Elgar Publishing Limited.

Halkos, G. & Matsiori, S. (2016). Determining public attitudes and willingness-to-pay for arti cial protection. Water Resource and Economics, 15, 15–27. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.wre.2016.05.001

Hauge, K. H., Cleeland, B., & Wilson, D. C. (2009). Fisheries depletion and collapse. Jenewa, Swiss: International Risk Government Council. Diakses pada 1 Januari 2016 dari http://irgc.org/wp-content/uploads/2012/ 04/Fisheries_Depletion_full_case_study_web.pdf.

Hess, C. & Ostrom, E. (2003). Ideas, Artifacts, and Facilities: Information as a common-pool resources. Law and Contemporary Problems, 66(1/2), 111–145.

Lancaster, K. J. (1966). A new approach to consumer theory. Journal of Political Economy, 74(2), 132–157.

Louviere, J. J. & Hensher, D. A. (1982). On the design and analysis of simulated choice or allocation experiments in travel choice modelling. Transportation Research Record, 890, 11–17.

Louviere, J. J. & Woodworth, G. (1983). Design and analysis of simulated consumer choice or allocation experiments: an approach based on aggregate data. Journal of Marketing Research, 20(4), 350–367.

Lukman. (2016). Kompilasi Danau Maninjau. Dipaparkan pada FGD Penelitian Unggulan Optimalisasi Pemanfaatan Danau Secara Multifungsi untuk Pengembangan Ekonomi Daerah pada tanggal 12 April 2016

Lukman, Sutrisno, & Hamdani, A. (2013). Pengamatan pola strati kasi di Danau Maninjau sebagai potensi tubo belerang. Limnotek, 20(2), 129–140.

Lukman, Hidayat, Haryani, G. S., Chrismada, T., Henny, C., Fakhrudin, Widiyanto, T., & Sulastri. (2017). Tiga dasawarsa berkarya Pusat Penelitian Limnologi LIPI. Jakarta: LIPI Press.

Mogas, J., Riera, P., & Bennett, J. (2002). A Comparison of contingent valuation and choice modelling: Estimating the environmental values of Catalonian Forest (Makalah, National Centre for Development Studies, Australian National University, Canberra).

Nontji, A. (2016). Danau-Danau Alami Nusantara. Diakses pada http:// oseanogra .lipi.go.id/kolom/bacanaskah/25.

Ostrom, E., Dietz, T., Dolšak, N., Stern, P. C., Stonich, S., & Weber, E. U. (Eds.). (2002). e drama of the commons. Washington, DC, US: National Academy Press.

Peterson, G. D., Carpenter, S. R., & Brock, W. A. (2003). Uncertainty and e Management of Multistate Ecosystem: An apparently rational route to collapse. Ecology, 84(6), 1403–1411.

Putri, I. A. P. (2016, Oktober). Socio-economic awareness on preservation of Lake Maninjau using willingness to pay. Makalah dipresentasikan pada the 1st International Conference on Social Sciences and Humanities.

Sari, P. M. (2015). Degradasi kualitas sis air Danau Maninjau terhadap variasi jarak dan jumlah keramba. Pillar of Physics, 6, 41–48.

United Nations Environment Programme (UNEP). (1999). Planning and Management of Lakes and Reservoirs: An integrated approach to eutrophication. Osaka/Shiga: UNEP International Environmental Technology Centre.

Williams, T. O. (1998). Multiple uses of common pool resources in semi-arid West Africa: A survei of existing pratices and option for sustainable resource management. London, Inggris: Overseas Development Institute.

Sheldon, T. (Ed.). (2005). River basin management: A negotiated approach. Amsterdam, Belanda & Pune, India: Both ENDS dan Gomukh.

Fakhrudin M., Wibowo, H., Subehi, L., & Ridwansyah, I. (2002). Karakterisasi hidrologi Danau Maninjau, Sumatera Barat. Dalam Prosiding Seminar Nasional Limnologi: Menuju Kesinambungan Pemanfaatan Sumber Daya Perairan, Puslit Limnologi LIPI, Bogor 22 April 2002, 65–75.

Fisher, R., Ury, W., & Patton, B. (1991). Focus on interests, not positions. Dalam Getting to YES: Negotiating agreement without giving in (Edisi kedua). New York: Penguin Books, 40–56.

Ho man, J. (2010). e cooperation challenge of economics and the protection of water supplies: A case study of the New York City watershed collaboration. New York: Routledge.

Islam, S. & Susskind, L. E. (2013). Water diplomacy: A negotiated approach to managing complex water networks. New York: RFF Press.

Islam, S., Gao, Y., & Akanda, A. S. (2010). Water 2100: A synthesis of natural and societal domains to create actionable knowledge through AquaPedia and water diplomacy. Dalam S. Khan, H. H. G. Savenije, S. Demuth, & P. Hubert (Eds.), Hydrocomplexity: New Tools for Solving Wicked Water Problems Kovacs Colloquium. Paris: International Association of Hydrological Sciences, 193–197.

Junaidi, Syandri, H., & Azrita. (2014). Loading and distribution of organic materials in Maninjau Lake, West Sumatra Province, Indonesia. Journal of Aquaculture, 5(7), 278.

Koebele, E. A. (2015). Assessing outputs, outcomes, and barriers in collaborative water governance: A case study. Journal of Contemporary Water Research and Education, 155(1), 63–72.

Lukman. (2015). Uji pertumbuhan terkendali pensi (Corbicula moltkiana, Prime 1878) pada kondisi alami di Danau Maninjau. Dalam Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan Masyarakat Limnologi Indonesia 2015, 387–398.

Vinolia. (2016). Ribuan Ton ikan keramba apung mati di Danau Maninjau, ada apa? Mongabay Indonesia. Diunduh 5 November, 2016 dari https://www.mongabay.co.id/2016/09/01/ribuan-ton-ikan-keramba- apung-mati-di-danau-maninjau-ada-apa/.

Pusat Penelitian Limnologi. (2009). Program penyehatan Danau Maninjau dan pemberdayaan masyarakat di sekitar danau. LIPI. Cibinong: Pusat Penelitian Limnologi LIPI.

Read, L. & Kuhl, L. (2015). Bringing the Elephant into the Room: Integrating risk into interdisciplinary water programs. Journal of Contemporary Water Research and Education, 155(1), 19–27.

Read, L. & Garcia, M. (2015). Water diplomacy: Perspectives from a group of interdisciplinary graduate students. Journal of Contemporary Water Research and Education, 155(1), 11–18.

Ridwansyah, I., Subehi, L., Yulianti, M., Triwisesa, E., & Nasahara, K. (2018). Impact of LULC Change on Hydrological Response in Lake Maninjau Catchment Area. Dalam Proceedings of 17th World Lake Conference, Lake Kasumigaura, Ibaraki, Japan, 289–291.

Rittel, H. W. J. & Webber, M. M. (1973). Dilemmas in a general theory of planning. Policy Sciences, 4(2), 155–169.

Agrano , R. & Mcguire, M. (2003). Collaborative public management: New strategies for local governments. Washington, D.C.: Georgetown University Press.

Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Bloomberg, L. (2014). Public value governance: Moving beyond traditional public administration and the new public management. Public Administration Review, 74( 4), 445– 456.

Dahuri, R. (1999). Perencanaan pengelolaan sumber daya pesisir terpadu berbasis masyarakat. Makalah disampaikan dalam Rapat Koordinasi Proyek dan Kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan di Indonesia. Jakarta: Ditjen Bangda Departemen Dalam Negeri.

deLeon, P. & deLeon, L. (2002). What ever happened to policy implementation? An alternative approach. Journal of Public Administration Research and eory, 12(4), 467–492. doi: https://doi. org/10.1093/oxfordjournals.jpart.a003544

Fisher, R., Prabhu, R., & McDougall, C. (Eds.). (2007). Adaptive collaborative management of community forests in Asia: Experiences from Nepal, Indonesia and the Philippines. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR).

Hartoto, D. I. (2009). Rejuvenation local ecological wisdom for the development of fisheries co-management in Lake Maninjau. Disampaikan dalam Workshop Lembaga Adat di Indonesia: Apakah mereka memiliki peran dalam Pengelolaan Sumber daya Perikanan dan Wilayah Pesisir, Lombok, Indonesia, 2–5 Agustus 2009, International Collective In Support of Fishworkers.

Hidayat, S. & Syamsulbahri, D. (2001). Pemberdayaan ekonomi rakyat: Sebuah rekonstruksi konsep community based development (CBD). Jakarta: Pustaka Quantum.

Hirsch, D. van der Wer ten Bosch, M. J., & Paranjpye, V. (2005). River basin management: A negotiated approach. Amsterdam, Belanda & Pune, India: Both ENDS & Gomukh.

Hadi, H. & Soelistyowati, H. (Trans.). (2008). Pengelolaan daerah aliran sungai: Sebuah pendekatan negosiasi. Jogjakarta: INSISTPress.

Ingles, A. W., Musch, A., & Qwist-Ho mann, H. (1999). e participatory process for supporting collaborative management of natural resources: An overview. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Kusumanto, T., Yuliani, L., Macoun, P., Indriatmoko, Y., & Adnan, H. (2006). Belajar beradaptasi: Bersama-sama mengelola hutan di Indonesia. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR).

Pomeroy, R. S. (1995). Community-based and co-management institutions for sustainable coastal sheries management in Southeast Asia. Ocean and Coastal Management, 27(3), 143–162.

Pomeroy, R. S. & Rivera-Guieb, R. (2006). Fishery co-management: A practical handbook. Inggris, Amerika Serikat, & Kanada: CAB International Publishing & International Development Research Centre.

Sulastri. (2012). Konsep pengelolaan sumber daya dan lingkungannya di Danau Maninjau,

Sumatra Barat. Dalam Prosiding Seminar Nasional Limnologi VI Tahun 2012 (202–219).

Wantrup, C. S. V. & Bishop, R. C. (1986). Milik bersama sebagai suatu konsep kebijaksanaan pengelolaan sumber daya laut. Dalam I. R. Smith & F. Marahuddin (Eds.), Ekonomi Perikanan dari Teori Ekonomi ke Pengelolaan Perikanan. Jakarta: Gramedia.

Downloads

Published

April 8, 2020