Menggugah Empati, Menarik Simpati: Kekuatan Etnografi Post-Kritis dalam Mendorong Kebijakan Berbasiskan Kebudayaan Lokal

Authors

M. Alie Humaedi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Keywords: Etnografi Post-Kritis, Kebijakan, Kebudayaan Lokal

Synopsis

Menilik kelemahan dan kelebihan etnografi realis, studi kasus, dan etnografi kritis, diperlukan hadirnya etnografi yang bertumpu pada objektivitas subjek dan kritisisme dalam memperjuangkan subjek di tengah kebijakan. Pendekatan baru etnografi ini dapat dilabeli dengan terminologi “Post-Kritis”. Etnografi ini berpijak pada teori relativitas-subjektif Lyotard yang sarat dengan aspek kognisi50, khususnya simpati dan empati. Ia dapat menjadi jembatan untuk menengahi paradoks kebijakan dan kebudayaan sehingga memantik kesejahteraan subjek. Selain itu, pendekatan ini dapat memberikan ruang bagi negara dalam melaksanakan tanggung jawab dan tujuan bernegaranya. Hal ini terlihat jelas pada aplikasi empat penelitian etnografi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

M. Alie Humaedi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Nama M. Alie Humaedi Satuan Kerja Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya Status Kepegawaian PNS (10 Jan 2007 - 09 Aug 2042) Golongan III/d - Penata Tingkat I Kemampuan Bahasa Inggris Arab Lokal (Tau Taa Vana dan Kafoa [sedikit], Jawa [sedang])

References

Humaedi MA. Pembentukan praktik budaya naluri dalam Kristenisasi Kiai Sadrach. Jurnal Patrawidya: Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. 2013;14(4):615–636.

Humaedi MA. Etnografi bencana II: menakar peran para pemimpin lokal dalam pengurangan risiko bencana. Yogyakarta: LIPI &LKiS; 2017.

BPS. Pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) kemiskinan;2019 [Diunduh pada 15 Oktober 2019]. https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html.

Amady MRE. Emik dan etik pada karya etnografi. Jantro: Jurnal Antropologi dan Isu-isu Sosial. 2014;16(20):167–189.

Neuman LW. Social research methods: qualitative and quantitative approaches. New York: Pearson; 2014. 69–76.

Humaedi MA, editor. Serumpun berbeda batang: studi etnografi masyarakat perbatasan Sebatik. Yogyakarta: Valia Pustaka; 2012. 185–228.

Stokes S, Thad D, Marcelo N, Valeria B. Brokers, voters, and clientelism: the puzzle of distributive politics. New York: Cambridge University Press; 2013. 114–119.

Sutisna A. Memilih gubernur, bukan bandit! demokrasi elektoral dan pilgub 2017 di tanah jawara. Yogyakarta: Deepublish; 2017. 18–24.

Humaedi MA. Karakter sosial budaya ‘atas dan bawah’ masyarakat penutur bahasa Kafoa. Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional. 2012;19(1):95–112.

Keraf AS, Mikhail D. Ilmu pengetahuan sebuah tinjauan filosofis. Yogyakarta: Kanisius; 2001. 79–88.

Thompson M. Some basic notes on virtue ethics. Routledge online publication; 2010.

Humaedi MA. Budaya ketahanan pangan masyarakat Pulau Bawean. Dalam: Humaedi MA, editor. Strategi bertahan hidup: studi etnografi budaya masyarakat Pulau Bawean. Jakarta: LIPI Press; 2010. 87–129.

Humaedi MA. Perubahan nilai-nilai budaya masyarakat Aceh pasca bencana tsunami. Jurnal Patrawidya: Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. 2014;15(4):561–584.

Kementerian Keuangan RI. Nota keuangan beserta anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2018. Jakarta: Kementerian Keuangan; 2018 [Diunduh pada 12 Juli 2019]. http://m.detik.com/finance/ berita-ekonomi-bisnis/d-3642762.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pencapaian pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB)/ sustainable development goals (SDGs). Jakarta: Kementerian PPR/Bappenas; 2018.

Humaedi MA, Abdul RP, Bayu S, Sudiyono, Anggy DS. Belajar persatuan dari perbatasan. Jakarta: LIPI Press; 2020.

Humaedi MA. Merajut keindonesiaan kita. Dalam: Hikam MAS, editor. Menyongsong 2014–2019 memperkuat Indonesia dalam dunia yang berubah. Jakarta: Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara & Rumah Buku. 2014. 111–178.

Humaedi MA. Merajut tradisi humaniora Timur dan Barat. Jurnal

Masyarakat dan Budaya. 2008;10(2):67–84.

Humaedi MA. Kerusuhan Sampang: kontestasi aliran keagamaan dalam wajah kebudayaan Madura. Jurnal Harmoni. 2014;13(2):117–133.

Hidayat S. “Shadow state? bisnis dan politik di Provinsi Banten” dalam HS Nordholt & G van Klinken (eds). Politik lokal di Indonesia. Jakarta: KITLV-Yayasan Obor Indonesia; 2007. 127–131.

Kleden-Probonegoro N, Humaedi MA. Etnografi kemiskinan I: segoro & negoro (kemiskinan dari perspektif kebudayaan). Jakarta: LIPI Press; 2010.

Brundin E. Triple helix networks in a multicultural context: triggers and barriers for fostering growth and sustainability.

Journal of Development Entrepreneurship 2008;13(1):77–98.

Katz SM. A system approach to development administration: a framework for analysing capability of action for national development. Washington D.C: Pharos; 1999. 14–19.

Rostow WW. The stages of economic growth: a non communist manifesto. New York: Cambridge University Press 1990. 12–28.

Sen A. Inequality reexamined. Harvard: Harvard University Press; 1992.

Calvert P. Susan C. Politic and society in the third world. England:

Longmann Education; 2001.

Van Uppord PQ, Ananta KG, editor. A moral ciritique of development: in search global responsibilities. London: Routledge; 2005.

Shively DH, editor. Tradition and modernization in Japanese culture. Princeton: Princeton University Press; 1971.

Schramm W, Roberts DF (eds.). The process and effects of mass communication. Urbana, III.: University of Illinois Press, 1971.

Budiman A. Teori pembangunan dunia ketiga. Jakarta: Gramedia; 1996.

Humaedi MA. Akomodasi budaya dalam implementasi program pengentasan kemiskinan di pedesaan: studi kasus di Kecamatan Kaliori Rembang Jawa Tengah. Jurnal Kajian: Menjembatani Teori dan Persoalan Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan. 2012;17(1):129–157.

Edelman MAH. Introduction: the anthropology of development and globalization. Dalam: Edelman M, Haugerud A, editor. The anthropology of development and globalization: from classical political economy to contemporary neoliberalism. Malden, MA: Blackwell; 2005. i–xiv.

Chambers R. Poverty and livelihoods: whose reality counts? Dalam: Kirdar U, Silk L, editor. People: from impoverishment

to empowerment. New York: New York University Press; 1995.

Foucault M. Pengetahuan dan metode: karya-karya penting Foucault. P Rabinow, terjemahan. Aesthetics, method and epistemology: essential works of Foucault 1954–1984. Yogyakarta: Jalasutra; 2002. 35–43.

Agusta I. Indonesia dalam pertautan budaya pembangunan dan budaya warga desa. Wacana. 2007;9(2):135–153.

Humaedi MA. Disaster management based on the perspective of inter-religious connection and local wisdom. Analisa: Journal of Social Science and Religion. 2015;22(2):213–226.

Humaedi MA, Koswara VD. Profil ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan 2005–2009. Jakarta: Asisten Deputi Urusan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Kementrian Negara Riset dan Teknologi RI; 2009.

Cresswell JW. Educational research: planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research. Fourth edition. New Jersey: Person Education, Inc.; 2012, 47–82.

Humaedi MA, Hisyam M, Seftiani S, Rembeth JV. Efektivitas peran kepemimpinan lokal dalam upaya pengurangan risiko bencana. Dalam: Harjono H, editor. Prosiding pemaparan hasil penelitian geoteknologi LIPI tentang ilmu kebumian untuk kehidupan yang lebih baik. Bandung: Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI;

51.

Humaedi MA. Pendidikan integral keilmuan keagamaan dan konteks sosial kebudayaan dalam menjawab isu-isu kontemporer. Edukasi: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama dan Keagamaan.

;11(3):305–318.

Spradley JP. The ethnographic interview. Fort Worth, Tex: Harcourt Brace Jovanovich College Publisher; 1979.

Humaedi MA. Islam dan Kristen di pedesaan Jawa. Jakarta:

Rumah Buku & Kementerian Agama; 2008. 45.

Cresswell JW. Research design: pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2016. 85–90.

Humaedi MA. Khayali tradisi di tengah realitas: pandangan ilmu magis orang Dayak. Dalam: Patji AR, editor. Etnisitas &

pandangan hidup komunitas suku bangsa di Indonesia: bunga rampai kedua studi etnisitas di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Selatan. Jakarta: LIPI Press; 2010. 103–164.

Malinowski, B. A scientific theory of culture and other essays. New York: A Galaxy Book;1966:134–152.

Humaedi MA. Penelitian etnografi di balik pencegahan konflik dan affirmative action perlindungan kekayaan budaya: memahami sebuah hibriditas kebudayaan. Jurnal Masyarakat dan Budaya. 2018;19(3):447–468.

Humaedi MA. Modernitas dalam celah-celah tradisi: mengurai etnisitas dan pandangan hidup suku bangsa di Indonesia. Dalam: Patji AR, editor. Etnisitas & pandangan hidup komunitas suku bangsa di Indonesia: bunga rampai kedua studi etnisitas di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Selatan. Jakarta: LIPI Press;

1–21.

Quijano A. Coloniality of power, Eurocentrism and Latin America. Nepantla: Views from South. 2000;1(3):533–580.

Madison DS. Critical ethnography: method, ethics, and performance. London: SAGE Publications 2005. 1–264.

Mignolo WD. Epistemic disobedience, independent thought and decolonial freedom. Journal of Theory, Culture & Society. 2009;26(7–8):159–181.

Venn C. The postcolonial challenge: towards alternative worlds. London: Sage; 2006. 159–181.

Kleden-Probonegoro N, Humaedi MA. Etnografi kemiskinan II: lembaga tradisi (antara eksistensi & reproduksi kemiskinan). Jakarta: LIPI Press; 2010.

Emerson RM, Fretz RI, Shaw LL. Writing ethnographic fieldnotes. Chicago, IL: The University of Chicago Press; 2011.

O‟ Hara M. Cultivating consciousness: Carl R. Rogers’s person- centered group process as transformative androgogy. Journal of Transformative Education. 2003;1(1):64.

Humaedi MA, Pratomo YP, Sianturi RR. Pemenjaraan: (Pe(ab) normalan Budaya? Jurnal Masyarakat Budaya. 2005;7(2):19–42.

Humaedi MA. Pemenjaraan: penormalan budaya dan kegagalan pembangunan karakter. Jurnal Sosiologi Pendidikan.

;1(1):35–47.

Humaedi MA. Desain penjara tanpa ruang: narapidana dan asimilasi. Memo kebijakan untuk Kementerian Hukum dan

HAM; 2006. 1–8.

Humaedi MA. Jeragan nemen: dinamika hubungan bakul-langgan dalam perspektif politik-ekonomi. Jurnal Masyarakat

Indonesia. 2010;36(2):125–156.

Humaedi MA. Mematahkan pewarisan kemiskinan. Jurnal Masyarakat dan Budaya. 2011;13(3):83–110.

Humaedi MA. Proses alih status sosial melalui tradisi dem-deman (plakat waris) dan ngenger (ikut keluarga). Jurnal Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. 2013;14(1):31–52.

Humaedi MA, Zulfa S. Preliminary study on the potential role of the mosque in disaster situation in Indonesia: six mosques in two provinces. London: Islamic Relief Indonesia (IRI) & United Nation Office for Coordination of Humanitarian Affairs; 2011.

Humaedi MA. Etnografi pengobatan: praktik budaya peramuan dan sugesti komunitas adat Tau Taa Vana. Yogyakarta: LKiS; 2017.

Humaedi MA. Tradisi pelestarian hutan masyarakat adat Tau Taa Vana di Tojo Una-Una Sulawesi Tengah. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 2014;11(1):71–90.

Setiawan KH, Humaedi MA, Astutik S. Ethnobiological study of the plants used in the healing practices of an indigenous

people Tau Taa Wana in Central Sulawesi, Indonesia. Procedia:

Environmental Sciences (Elsevier). 2014;(20):841–846.

Humaedi MA. Pengakuan hak-hak kewarganegaraan komunitas adat Tau Taa Vana di Tojo Una-Una Sulawesi Tengah. Jurnal Kajian: Menjembatani Teori dan Persoalan Masyarakat dalam Kebijakan. 2012;17(3):329–355.

Humaedi MA. Memaknai wasiat (woum) sebagai kearifan budaya dan faktor pemertahanan bahasa Kafoa pada masyarakat Habollat, Probur Utara, Alor Barat Daya, NTT. Jurnal Jnana Budaya: Media Informasi Sejarah, Sosial dan Budaya.

;18(2):175–193.

Humaedi MA. Aspek sosial budaya orang berbahasa Kafoa di Dusun A (Lola). Dalam: Patji AR, editor. Bahasa, kebudayaan & pandangan tentang kebahasaan masyarakat etnik (Lokal) Kafoa di Alor Nusa Tenggara Timur. Jakarta: LIPI Press; 2014. 117– 164.

Humaedi MA. Pelestarian budaya-bahasa etnik terancam punah. Jurnal Kajian: Menjembatani Teori dan Persoalan Masyarakat dalam Kebijakan. 2013;18(2):219–245.

Humaedi MA. Pemetaan peran kepemimpinan di tengah risiko bencana. Dalam: Humaedi MA, editor. Etnografi bencana: peran kepemimpinan lokal di tengah kerentanan dan risiko bencana. Jakarta: LIPI; 2014. 1–28.

Zilioli U. Protagoras and the challenge of relativism. Plato’s subtlest enemy–ashgate new critical thinking in philosophy. Burlington: Ashgate; 2007. 8–12.

Schuon F. The essential frithjof Schuon. S. Hossein Nasr, editor. Bloomington: World Wisdom; 2005.

Saukko P. Doing research in cultural studies. California: Sage Publication; 2003. 25.

Horner B. Critical ethnography, ethics and work. Dalam: S G Brown, S.I Dobrin, editor. Ethnography unbound: from theory shock to critical praxis. New York: State University of New York Press; 2004. 5–12.

Humaedi MA. Etnografi bencana I: mencari mutiara di tengah bencana. Jakarta: LIPI; 2014.

Humaedi MA. Relocation dilemma: social and cultural challenges in the relocation of the victims of mount Rokatenda disaster. Komunitas: International Journal of Indonesia Society and Culture. Semarang: Semarang State University. 2016;8(2):221–223.

Humaedi MA. Perempuan saudagar pengkang dari sabuk khatulistiwa. Yogyakarta: LKiS; 2019.

Humaedi MA. Budaya hibrida masyarakat Cirebon. Humaniora: Jurnal Internasional Budaya, Sastra dan Bahasa. 2013;25(3):281– 295.

Humaedi MA, Purwaningsih SS. Migrasi penduduk dan pembentukan hibriditas budaya kuliner tradisional pengkang. Jurnal Patrawidya. 2019;20(3):15–35.

Smith EE, Kosslyn SM. Cognitive psychology: mind and brain. London: Pearson/Prentice Hall; 2018. 17–19.

Humaedi MA. Kemiskinan nelayan: studi kasus penyebab eksternal dan upaya revitalisasi tradisi pengentasannya di Kaliori Rembang, Jawa Tengah. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 2012;7(2):193–206.

Cover for Menggugah Empati, Menarik Simpati: Kekuatan Etnografi Post-Kritis dalam Mendorong Kebijakan Berbasiskan Kebudayaan Lokal
Published
May 13, 2020