Komunitas Cina di Medan dalam Lintasan Tiga Kekuasaan 1930-1960

Authors

Nasrul Hamdani
Keywords: Komunitas, Cina, Medan, Lintasan, Tiga, Kekuasaan, 1930, 1960

Synopsis

Penulis: Nasrul Hamdani

Editor: Muhamad Hisyam

Kehadiran orang Cina di bumi Indonesia bukan pengalaman baru. Berbagai studi yang dilakukan, simpulannya selalu sama, bahwa kedatangan orang Cina telah terjadi sejak sangat lama, ratusan, kalau tidak malah ribuan tahun yang lalu. Sejarah orang Cina perantauan di Indonesia selalu bertutur tentang masalah. Masalahnya berubah dari zaman ke zaman. Perubahan itu tergantung atau berkaitan dengan kondisi yang berkembang, baik di negeri asalnya, daratan Cina, maupun di Indonesia sendiri.

Buku karya Nasrul Hamdani ini memaparkan masalah demi masalah yang dihadapi oleh orang Cina, serta seluk beluk orang Cina khususnya di Medan, kota yang dikenal memiliki penduduk etnis Cina cukup dominan. Pendekatan disiplin sejarah yang dipakai memungkinkan penulis buku ini dengan leluasa menjelajah waktu dari periode ke periode dalam sejarah. Sekalipun pada judulnya terkesan penulis membatasi diri pada periode sekitar peralihan tiga kekuasaan (Belanda, Jepang, dan Indonesia) tetapi kalau dicermati isinya, penulis buku ini memapar periode yang lebih panjang, yakni sejak kedatangan orang Cina hingga tahun 1960-an.

 

Copyeditor :  Fadly Suhendra Layouter : Fadly Suhendra Cover designer  : Junaedi Mulawardana Registrasi : ISBN 978-979-799-727-4 Halaman : - Dimensi : A5 (14,8 x 21 cm)

©2013 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Downloads

Download data is not yet available.

References

http://ebook3d.pddi.lipi.go.id/konten/25/files/assets/basic-html/index.html#244

I. Arsip/Dokumen

Algemeene Secretarie

(AS) - koleksi ANRI Jakarta.

No. 147

Laporan

Jo Tao wartawan

Ch’iao Sheng Pao

di Batavia, 6 Sept 1946

No. 148

Surat Mr. Oh Thiam Hoat

(Oh Tjie Kiong) di Medan kepada Dr. H.J.

van Mook, Liutenant Gouvernour Generaal van Nederlandsch-Indie

tanggal 24 September 1947.

Surat Oen Tek Tsai

di Batavia kepada Dr. H.J. van Mook, Liutenant Gouver-

nour Generaal van Nederlandsch-Indie tanggal 15 Sept 1947

Laporan Vice-Chairman of the Batavia Chung Hua Chung Hui

(Mr. Keh Chuan

Shou) di Singapura tanggal 3 September 1947.

Surat The Chinese Relief Committee of Sumatra East Coast

Head Office Medan,

A Bali Street, Tel. 1632-Medan, kepada Liutenant Gouvernour Gene­

ral van Nederlandsch-Indie 30 Juli 1947.

Keputusan De Liutenant-Generaal Legercommandant

(S.H. Spoor),

Verordening van het

Militair Gezag No. 516

tanggal 6 September 1947.

Surat Consulaat Generaal der Nederlanden

di Singapura kepada Luitenant Generaal

van Nederlansch-Indie, 28 Okt. 1946.

Surat De Commissaris van Politie van de Residentie Riouw

(P.A. van der Poel) kepada

Consulaat Generaal der Nederlanden di Singapura, 10 Oktober 1946.

No. 152

Kartupos dari Wen Shih Tjae

di Batavia Centrum untuk Liutenant Gou-

vernour Generaal, Dr. H.J. van Mook, 16 Juli 1946.

Kartupos dari Wen Shih Tjae

di Batavia Centrum untuk Liutenant Gouvernour

Generaal, Dr. H.J van Mook, 15 Agustus 1946

urat De Chef van den Generalen Staf

(Mayor Jenderal D.C. Buurman van

Vreeden) nr. 15474/GS 08 di Batavia kepada Troepen Commandant di

Jawa dan Sumatera cc.: Hoofdcomite Pao An Tui, Prinsenlaan 47 Batavia

tanggal 9 Oktober 1947.

Surat Mr. Oh Thiam Hoat

(Oh Tjie Kiong) di Medan kepada Liutenant Gouver-

nour Generaal, Dr. H.J. van Mook, 12 Nov 1947.

Surat Commandant Pao An Tui Java

(Oei Kim Seng) kepada Voorzitter Central

Comite der Pao An Tui (Loa Sek Hie) di Pintoe Besi, Batavia Centrum,

Nopember 1947.

Surat Voorzitter Central Comite der Pao An Tui

(Loa Sek Hie) di Batavia Cen-

trum kepada Liutenant Gouvernour Generaal van Nederlandsch Indie,

Nopember 1947.

Surat Central Comite der Pao An Tui

(Loa Sek Hie) No. LSH/5 di Batavia kepada

Liutenant Gouvernour Generaal van Nederlandcsh India, 20 November

Surat De Territorial Hoofd Officier

(Letnan Kolonel H. Sjouke) No. 6281/THO/

S.U. di Medan kepada President Chinese Security Corps Medan, 3 Fe­

bruari 1948.

Surat Het Hoofd van het Kantoor Politieke Zaken

(Letkol. Mr. J.Ph. H.E. van Lier)

No. Kab./222/1782/P.Z. di Batavia kepada Lt. Gouvernour Generaal

van Nederlandsch Indie, 6 Februari 1948.

Surat Het Hoofd van het Kantoor Politieke Zaken

(Letnan Kolonel Mr. J.Ph. H.E.

van Lier) No. Kab./308/2840/P.Z. di Batavia kepada Lt. Gouvernour

Generaal van Nederlandsch Indie, 6 Februari 1948.

Surat De le Gouvernementssecretaris

(E.O. van Boetzelaer) 2919/APO4.1 di Bata-

via kepada De Recomba voor Noord Sumatra, cc.: Directeur van B.B.

dan Directeur van Financien, 9 Februari 1948

Surat Het Hoofd van het Kantoor Politieke Zaken

(Letnan Kolonel Mr. J.Ph. H.E.

van Lier) No. Kab./262/2433/P.Z. di Batavia kepada Lt. Gouvernour

Generaal van Nederlandsch Indie, 14 Februari 1948

Berita Antara

Maret 1946; 3 April 1946; 26 Juli 1946; 30 Juli 1946; 2,

, 12, 13, 14, 18, 20, 21, 22, 24 Agustus 1946.

Kementerian Penerangan

No. 100, 202, 208, 214.

Kepolisian Negara

No. 525, 708, 710, 713, 719, 741.

NEFIS (Netherlands Forces Intelligence Service)

No. 5

Verslag van Noord Sumatra, periode 1-15 Mei 1946.

No. 6

Rapport van den Recomba voor Noord-Sumatra Over de eerste helft van September

No. 16

Buitenlands politiek overzicht voor het Verre Oosten over de maand October 1948.

No. 19

Aanteekingen over de politieke ontwikkelingen.

No. 21

Politiek verslag van Sumatra over October 1946.

No. 22

Politiek verslag van Sumatra over Augustus en September 1946.

No. 23

Politiek verslag Sumatra over Januari en Februari 1948.

No. 24

Politiek verslag van Sumatra over April 1948.

No. 25

Sumatra van 14 October 1946 tot 8 Januari 1947.

No. 26

Politiek verslag Sumatra over December 1946 en Januari 1947.

Politiek verslag Sumatra Maart en April 1947.

No. 54

Poging tot analyse van de toestand op Sumatra.

No. 79

Signalement betreffende de Indonesische politiek op Sumatra en de ontwikkeling

van de verhouding tot Java.

II. Karya yang diterbitkan

Amin, S.M. 1984.

Kenang-kenangan di masa lampau

. Jakarta: Pradnya Paramita.

Anonim. 2000

. Historical Atlas of Indonesia

. London: Curzon Press & New Asian

Library-Singapore.

Anonim. 2003.

Penguasa ekonomi dan siasat pengusaha Tionghoa

. Yogyakarta: Kanisius.

Anonim. 1990

. Mencari identitas nasional, dari Tjoe Bou San sampai Yap Thiam

Hien.

Jakarta: LP3ES.

Anonim. 1994

. Politik Tionghoa peranakan di Jawa 1917

–1942. Jakarta: Pustaka

Sinar Harapan.

Anonim. 1996.

Sastra peranakan Tionghoa

Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Anonim. 2004.

Chinese Indonesians, state policy, monoculture and multiculture

.

Singa-

pore: Eastern University Press (Private Limited).

Anonim. 1985a.

Berpacu nasib di kebun karet.

Jakarta: Grafitipers.

Anwar, Dewi Fortuna (Eds.). 2005.

Konflik dan kekerasan internal.

Jakarta: Pustaka

Obor.

Bijkerk, J.C. 1988.

Runtuhnya Hindia Belanda

. Jakarta: Djambatan.

Breman, Jan.

Menjinakkan sang kuli, politik kolonial, tuan kebun dan kuli di

Sumatera Timur pada awal abad ke-20

.

Jakarta: Grafiti-Perwakilan Konin-

klijk Instituut voor Taal-, Land-, en Volkenkunde Jakarta.

Chang, Queeny. 2003.

Memories of a Nonya (Kisah hidup dan cinta seorang wanita

Cina terkaya di Medan)

. Jakarta: Taramedia Publisher.

Chatib, Nazief. 1995.

Para pendatang di kota-kota Sumatera Timur

. Medan: Fakul-

tas Sastra Universitas Sumatera Utara.

Chesneaux, Jean. 1991.

Serikat rahasia Cina

.

Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Colombijn, Freek & J.Thomas Lindblad (Eds.). 2002.

Roots of violence in Indone-

sia

,

contemporary violence in historical perspective

, Leiden: KITLV Press.

Coppel, Charles. 1994.

Tionghoa Indonesia dalam krisis

.

Jakarta: Pustaka Sinar

Harapan.

Cribb, Robert Bridson. 1990. Gejolak revolusi di Jakarta 1945–1949; Pergulat­

an antara otonomi dan hegemoni. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Dahrendorf, Ralf. 1986.

Konflik dan konflik dalam masyarakat industri, sebuah analisa-

kritik

.

Jakarta: Rajawali.

Dewan Harian Ranting Angkatan ’45 Medan Polonia. 1997a.

Mengenang pertem-

puran Km-10 Medan-Deli Tua & gerakan pemuda Medan sekitarnya

. Medan.

Djajusman. 1978.

Hancurnya angkatan perang Hindia Belanda (KNIL).

Bandung:

Angkasa.

Drooglever, P.J. 1998 “SEAC in Indonesia: voices from the past?”

Makalah

International Association of Historians of Asia. Jakarta 27 Agustus

September 1998.

Dwi Purwoko. 1995.

Dr

.

MR

.

T

.

H

.

Moehammad Hasan, salah seorang sendiri repu­

blik dan pemimpin bangsa

. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Erniwati. 2002. “Asap hio di ranah Minang: kehidupan komunitas Tionghoa

di Sumatera Barat pada pertengahan abad XIX sampai awal abad XX”.

Yogyakarta:

Tesis

Universitas Gadjah Mada.

Fatimah. 1985. “Pengaruh sosial ekonomis perkebunan tembakau terhadap ma­

syarakat di Sumatera Timur”. Yogyakarta:

Tesis

Universitas Gadjah Mada.

Gondomono. 2002. “Pengantar: Upaya mencari jati diri dan keanekaragaman

kelompok etnik Cina” dalam

Intisari, pelangi Cina Indonesia

. Jakarta: Inti-

sari Mediatama.

Gouw Giok Siong. 1958.

Warga negara dan orang asing

. Jakarta: Keng Po.

Greif, Stuart W. 1991.

WNI, problematik orang Indonesia asal Cina

. Jakarta: Pustaka

Utama Grafiti.

Hamzah, Alfian (Ed.). 1998.

Kapok jadi nonpri, warga Tionghoa mencari keadilan

.

Bandung: Pustaka Zaman.

Heijboer, Pierre. 1998.

Agresi militer Belanda, memperebutkan pending zamrud sepan­

jang khatulistiwa 1945/1949

.

Jakarta: KITLV.

Hobsbawm, Eric J. 2000.

Bandit sosial

.

Jakarta: Teplok Press.

Husny, Tengku H.M. Lah. 1976.

Lintasan sejarah peradaban dan budaya penduduk

Melayu Sumatera Timur 1612

.

Jakarta: Departemen Pendidikan &

Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan

Daerah.

_____. 1983

. Revolusi Sosial 1946 di Sumatera Timur/Tapanuli disertai pangkal dan

akibatnya.

Medan: B.P. Husni.

Isa, Teuku Mohammad (Ed.). 1999.

Mr

.

Teuku Moehammad Hasan, dari Aceh ke

pemersatu bangsa

. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.

Jahja, Junus. 1989.

Catatan seorang WNI, kenangan, renungan dan harapan

. Jakarta:

Yayasan Tunas Bangsa.

Anonim. 1999.

Acong ke mana ...?

Jakarta: Lembaga Pengkajian Masalah Pembauran.

Joint Publication Research Service. 1959.

Japanese military administration in Indo-

nesia.

Washington: U.S. Department of Commerce.

Kahin, George McTurnan. 1995.

Refleksi pergumulan lahirnya republik, nasionalis­

me dan revolusi Indonesia.

Jakarta: Sinar Harapan.

Kementerian Penerangan. 1953.

Republik Indonesia propinsi Sumatera Utara

. Medan:

Djawatan Penerangan Propinsi Sumatera Utara, 1953.

Langenberg, Michael van. 1976. “National revolution in North Sumatera: Suma­

tera Timur and Tapanuli, 1942–1950”. Sydney:

Thesis Ph

.

D

. University

of Sydney.

Lembaga Studi Agama dan Filsafat. 1998. “Agama dan hubungan antar kelom-

pok etnis di Indonesia”,

Makalah

untuk Diskusi Agama dan Kerusuhan

Etnis di Indonesia, Jakarta 30 Juli 1998.

Lohanda, Mona. 2001. The kapitan Cina of Batavia. Jakarta: Djambatan-KITLV

Jakarta.

Lubis, M. Rajab. 1995.

Pribumi di mata orang Cina

. Medan: Pustaka Widyasarana.

Lubis, Zulkifli. 1999. “Cerita-cerita stereotip etnik sebagai katalisator konflik

antar suku bangsa pada masyarakat majemuk: sebuah kajian awal di kota

Medan”

Makalah S

eminar Internasional Tradisi Lisan III, Jakarta, 14–16

Oktober 1999.

Mansyur.tt.

The golden bridge, jembatan emas 1945

. Medan: Lembaga Sosial Juang

‘45 Medan Area Sumatera Utara.

Mochtar, Kustiniyati (Ed.). 1992.

Memoar pejuang republik Indonesia seputar “Za-

man Singapura” 1945

.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Monografi Lembaga Studi Realino. 1995.

ABRI, siasat kebudayaan 1945

.

Yogyakarta: Kanisius.

Muaja, A.J. 1959.

Chinese problem in Indonesia.

Jakarta: New Nusantara Publishing

Coy.

Nagazumi, Akira (Ed.). 1988.

Pemberontakan Indonesia pada masa pendudukan Je-

pang

.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Noordjannah, Andjarwati. 2004.

Komunitas Tionghoa di Surabaya (1910

. Sema-

rang: Mesiass-INTI.

Panitia Almanak Nasional Sumatera. 1969.

Almanak Sumatera Terbitan 1969

.

Medan: Komando Antar Daerah Sumatera.

Pardede, Andreas

et.al.

, 2002.

Antara prasangka dan realita, telaah kritis wacana anti

Cina di Indonesia

.

Jakarta: Pustaka INSPIRASI.

Paulus, B.P. 1983.

Kewarganegaraan RI ditinjau dari UUD 1945: khususnya kewarga­

negaraan peranakan Tionghoa.

Jakarta: Pradnya Paramita.

Pelly, Usman. 1994.

Urbanisasi dan adaptasi, peranan misi budaya Minangkabau dan

Mandailing

. Jakarta: LP3ES.

Pelzer, Karl J. 1985

Toean kebon dan petani, politik kolonial dan perjuangan agraria di

Sumatera Timur 1863

. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Pranoto, Tukijan (Ed.) 2001.

Tetes embun di bumi Simalungun

:

episode perang ke-

merdekaan kesatuan Lasykar Napindo S/M TNI-Dan Yon Istimewa Sektor I/

VII. Medan: Yayasan Keluarga.

Prima, Biro Sejarah. 1976.

Perjuangan kemerdekaan dalam wilayah Sumatera Utara,

Medan Area mengisi proklamasi

jilid 1. Medan: Badan Musyawarah Pejuang

Republik Indonesia Medan Area.

Rahayu, Shinta Devi Ika Santhi. 2003. “Dinamika umat klenteng Boen Bio

–1967”. Surabaya:

Skripsi

Universitas Airlangga.

Reid, Anthony. 1986

. Revolusi nasional Indonesia

. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

_____. 1987.

Perjuangan rakyat, revolusi dan hancurnya kerajaan di Sumatera Timur

.

Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Ricklefs, M.C. 1998.

Sejarah Indonesia Modern.

Jakarta: Serambi Ilmu.

_____. 2005.

Sejarah Indonesia Modern 1200-1900.

Jakarta: Serambi Ilmu.

Said, Mohammad. 1990.

Suatu zaman gelap di Deli, koeli kontrak tempo doeloe,

dengan derita dan kemarahannya

. Medan: Harian Waspada.

Santoso, Thomas (Ed.) 2002.

Teori-teori kekerasan

. Surabaya: Ghalia Indonesia-

Universitas Kristen Petra.

Schulte-Nordholt, Henk. 2002.

Kriminalitas, modernitas dan identitas dalam sejarah

Indonesia

.

Jakarta: Pustaka Pelajar.

Setiono, Benny G. 2003.

Tionghoa dalam pusaran politik

. Jakarta: Elkasa.

Sihombing, Charles. 1997. “Pertumbuhan dan perkembangan Laskar Rakyat

di Sumatera Timur (1945–1947)”. Medan:

Skripsi

Universitas Sumatera

Utara.

Sinar, Tengku Luckman. 1996.

Perang Sunggal 1872

. Medan: Perwira.

_____. 1997. “Sumatera Timur menjelang Proklamasi dan setelah Proklamasi

Kemerdekaan Indonesia” dalam

Denyut nadi revolusi

Indonesia. Jakarta:

Gramedia-PSAT LIPI.

_____. 2001.

Sejarah Medan tempo doeloe

. Medan: Perwira.

Sjahnan, H.R. 1982.

Dari Medan Area ke pedalaman dan kembali ke kota Medan.

Medan: Dinas Sejarah KODAM II/BB.

Soetjiptomo, Heroe. 1970.

Peranan pendapat umum dalam masalah Undang-undang

No. 2/1958 tentang Dwikewarganegaraan Tjina di Indonesia (Kewarganegaraan

Tjina dalam hubungannya dengan UU No. 2/1958).

Medan: Pertj. PDPSU

dan TB Deli.

Stoler, Ann Laura. 2005.

Kapitalisme dan konfrontasi di sabuk perkebunan Sumatra,

. Yogyakata: KARSA.

Sulardi. 1994. “Pao An Tui Jakarta 1947

”. Depok:

Skripsi

Universitas

Indonesia.

Suprayitno. 2001.

Mencoba (lagi) menjadi Indonesia, dari federasi ke unitarisme

:

studi

tentang Negara Sumatera Timur 1947

. Yogyakarta: Tarawang Press.

Suryadinata, Leo. 1988.

Dilema minoritas

Tionghoa. Jakarta: Grafiti Pers.

Suwondo, Purbo S. (Ed.) 1996.

PETA, tentara sukarela pembela tanah air di Jawa

dan Sumatera 1942

. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Székely-Lulofs, M.H. 1985.

Kuli

. Jakarta: Grafitipers.

TWH, Muhammad. tt.

Api berkobar di kampung Mesjid

. Medan: Yayasan Peles-

tarian Fakta Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.

_____. 2001

. Sejarah Perjuangan Pers Sumatera Utara

. Medan: Yayasan Pelestarian

Fakta Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tan, Mely G. 1981.

Golongan etnis Tionghoa di

Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Tan, Sofyan. 2004

. Praksis pendidikan (lingkungan) untuk pembauran dan advokasi

ekonomi rakyat, jalan menuju masyarakat anti diskriminasi

. Medan: KIPPAS.

Tanjung, Mhd. Syarif. 1997.

Darah dan air mata di kaki Bukit Barisan

. Medan:

Dewan Harian Ranting Angkatan ’45 Medan Polonia.

Twang Peck Yang. 2005.

Elite bisnis Cina di Indonesia dan masa transisi kemerdekaan

Yogyakarta: Niagara.

Van de Velde, J.J. 1987.

Surat-surat dari Sumatra.

Jakarta: Pustaka Azet.

Vleming, J.L. 1989.

Kongsi dan spekulasi: jaringan kerja dan bisnis Cina.

Jakarta:

Grafiti.

Wibowo, I. (Ed.). 2001.

Harga yang harus dibayar, sketsa pergulatan etnis Cina di

Indonesia

. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama-Pusat Studi Cina.

Windu, I Marsana. 2001.

Kekuasaan & kekerasan menurut Johan

Galtung. Yogya­

karta: Kanisius.

Zein, Abdul Baqir. 2000.

Etnis Cina dalam potret pembauran di Indonesia

.

Jakarta:

Prestasi Insan Indonesia.

III. Jurnal, surat kabar, dan majalah

Agro Ekonomi

, No. 21 tahun XIV/Agustus 1982.

Antropologi Indonesia t

ahun XXVII No. 71 Mei–Agustus 2003

Ch’iao Sheng Pao

(Shanghai), 4 dan 6 Desember 1946

Forum

No. 44/17 Februari 2002

Hong Po

No. 76 tanggal 6 April 1943.

Kompas,

Nopember 2005; 27 Nopmeber 2005.

Kupas

Volume 3 No. 3., 2003.

Pembangunan

(Yogyakarta), No. 1/10 Desember 1945 – No. 5/10 Februari 1946.

Star Weekly

(Jakarta), No. 7/17 Februari-No. 110/14 Nopember 1948.

Studia Sinica

seri studi Cina No. 1/2003.

Ta Kung Pao

(Shanghai), 7 Desember 1946.

Tempo,

No. 15 edisi 7

Juni 2004; No. 25 edisi Khusus 16

Agustus 2004

Warta Indonesia

(Jakarta), 16 Juli 1949.

Waspada

(Medan), 5 dan 15 Oktober 1998; 13 September 2004; 13 Agustus 2005.

Cover for Komunitas Cina di Medan dalam Lintasan Tiga Kekuasaan 1930-1960
Published
December 1, 2013
Categories