Ketahanan Sosial Masyarakat Pulau-Pulau Kecil Terluar: Studi Kepulauan Marore dan Pulau Sebatik

Authors

Sandy Nur Ikfal Raharjo
Keywords: Ketahanan, Sosial, Masyarakat, Pulau, Kecil, Terluar, Studi, Kepulauan, Marore, Sebatik

Synopsis

Editor :  Sandy Nur Ikfal Raharjo

Kawasan perbatasan laut Indonesia mencakup 111 pulau kecil terluar yang tersebar di 22 provinsi. Dari 111 pulau kecil terluar tersebut, sebagian di antaranya dihuni oleh masyarakat. Sayangnya, ketahanan sosial masyarakat pulau-pulau kecil di kawasan perbatasan Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan, salah satunya kurangnya fasilitas pendidikan dan kesehatan. 
Bunga rampai ini mengulas dua kontribusi untuk pengembangan wacana perbatasan: 1) Melihat perbatasan dalam konteks permasalahan pulau-pulau kecil; 2) Perbatasan dalam konteks ketahanan sosial-bu¬daya dan politik. Hal ini penting dilakukan mengingat pulau-pulau kecil terluar selama ini sering dianggap sebagai ekosistem yang mempunyai kerentanan geografis, geologis, dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. 

Untuk itu, bunga rampai ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi tidak hanya bagi peneliti, tetapi juga dosen, mahasiswa, dan tentunya pemerintah dalam menentukan arah kebijakan terkait pengembangan sarana dan prasarana penunjang di pulau-pulau kecil terluar Indonesia.

Copyeditor :  Tantrina Layouter : Siti Qomariyah dan Rahma Hilma Taslima Cover designer  : Rusli Fazi Registrasi : ISBN 978-979-799-951-3 Halaman : xiv + 198 hlm. Dimensi : A5 (14,8 x 21 cm)

©2018 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Downloads

Download data is not yet available.

References

“Agreement Between e Government of Republic of Indonesia and the Government of Malaysia on Border Crossing.” Ditetapkan pada 12 Januari 2006
Aminah, Andi Nur, “Tersingkirnya Orang-orang Tidung.” Republika, Rabu, 5 Januari 2011. Diakses pada 5 Januari 2011 dari http:// p.unpad.ac.id/ koran/republika/2011-01-05/republika_2011-01-05_025.pdf.
“Data Lalu Lintas Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan 2014.” Kantor Imigrasi Nunukan. 2014.
Hidayat, Herman dkk. “Dinamika Daerah Perbatasan Kalimantan-Malaysia Timur (Serawak dan Sabah).” Dalam Dari Entikong Sampai Nunukan: Dinamika Perbatasan Kalimantan-Malaysia Timur (Serawak-Sabah), diedit oleh Riwanto Tirtosudarmo dan John Haba. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2005.
“Persetujuan Mengenai Lintas Batas antara Republik Indonesia dan Malay- sia.” Ditetapkan pada 12 Mei 1984.
Rudiatin, Endang. “Integrasi Ekonomi Lokal di Perbatasan.” Disertasi Uni- versitas Indonesia, 2012.
Syarif, Erman, dkk. “Integrasi Nilai Budaya Etnis Bugis Makassar dalam Proses Pembelajaran sebagai Salah Satu Strategi Menghadapi Era Mas- yarakat Ekonomi ASEAN (MEA).” Jurnal Teori dan Praksis Pembela- jaran Ilmu Sosial 1 No. 1 (April 2016): 13–21.
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. “Impor Barang Pelintas Batas.” Diakses pada 31 Mei 2017 dari http://bctemas.beacukai.go.id/ faq/impor-barang-pelintas-batas/.
WAWANCARA
Wawancara dengan A, Pelintas Batas, Sebatik, 11 Juni 2016. Wawancara dengan B, Pedagang, Sebatik, 10 Juni 2016.
Wawancara dengan H, Camat Sebatik Tengah, 12 Juni 2016. Wawancara dengan K, Petugas Keamanan, Sebatik, 12 Juni 2016. Wawancara dengan Komandan Pos PAM Sebatik, 10 Juni 2016. Wawancara dengan M, Kepala Desa Sei Limau, Sebatik, 10 Juni 2016. Wawancara dengan P, Petugas Imigrasi, Nunukan, 13 Juni 2016. Wawancara dengan S, Warga Aji Kuning, Sebatik, 10 Juni 2016.
Cover for Ketahanan Sosial Masyarakat Pulau-Pulau Kecil Terluar: Studi Kepulauan Marore dan Pulau Sebatik
Published
September 6, 2018
Categories