Perancangan Irigasi Tetes untuk Tanaman Hortikultura

Authors

R. Ismu Tribowo

Keywords:

Perancangan, Irigasi, Tetes, Tanaman, Hortikultura

Synopsis

Penulis : R. Ismu Tribowo

Teknologi irigasi tetes merupakan sistem irigasi yang lebih efisien penggunaan airnya dibanding dengan sistem saluran terbuka. Penggunaan air yang lebih ekonomis serta perawatan peralatannya yang mudah menjadikan teknologi ini cukup baik digunakan pada usaha agroindustri tanaman hortikultura. 

Namun, pemanfatan teknologi irigasi tetes untuk budi daya tanaman hortikultura di Indonesia masih tergolong langka. Oleh karena itu, perlu adanya upaya-upaya guna memperkenalkan teknologi irigasi ini kepada masyarakat. Diharapkan pemerintah dan pemangku kepentingan (stakeholder) dapat menyosialisasikan teknologi irigasi ini kepada pelaku pertanian agar mereka mengetahui manfaat dari teknologi tersebut.
Selain itu, di dalam buku ini juga dijelaskan mengenai perhitungan kebutuhan air pada lahan pertanian. Semakin tinggi tingkat kehematan penggunaan air irigasi, akan semakin luas lahan dan tanaman yang dibudidayakan. Hal ini akan berdampak baik pada peningkatan ketahanan pangan, dalam arti produksi hasil panen lebih meningkat dibandingkan bila menggunakan irigasi konvensional yang umumnya memanfaatkan gaya gravitasi bumi dalam menyuplai air irigasinya.

Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai teknologi irigasi tetes dan implementasinya dalam usaha agroindustri tanaman hortikultura yang sangat penting tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi peneliti, mahasiswa, dan tentunya pemerintah.

 

Copyeditor :  Tantrina Dwi Aprianita Layouter : Siti Qomariyah dan Meita Safitri Cover designer  : Dhevi E.I.R. Mahelingga Registrasi : 978-979-799-879-0 Halaman : xvi + 92 hlm. Dimensi : A5 (14,8 x 21 cm)

©2017 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmet, K. (2009). Overview of drip irrigation tting installation process. Diakses dari http://www.agricultureguide.org/drip-irrigation- ttings/.
Air Delights. (2017). W model 500YSBR. Diakses pada 6 Februari 2017 dari http://www.airdelights.com/images/wilkins_parts/full/W- Model-500YSBR.jpg.
Ananto, E. E., Pasaribu, S., Ariani, M., Sayaka, B., Saad, N.S., Suradisastra, K., Subagyono, K., Soeparno, H., Kasryono, F., Pasandaran, E., & Herma- wanto, R. (2013). Kemandirian pangan Indonesia dalam perspektif kebi- jakan MP3EI. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian & IAARD Press.
Ashok, P. & Ashok, K. (2010). Microcontroller based drip irrigation system. Diakses pada 31 Januari 2017 dari http://www.yuvaengineers.com/ microcontroller-based-drip-irrigation-system-p-ashok-k-ashok/.
Baharsjah, J. S. (1997). Optimasi pemanfaatan air irigasi di tingkat usaha tani sebagai implementasi gerakan hemat air. Makalah Seminar Nasional Himpunan Ahli Teknik Tanah dan Air, Kerjasama Himpunan Ahli Teknik Tanah dan Air dengan Komite Nasional Indonesia untuk ICID. Bekasi.
Balson Polyplast. (2017). Custom drip irrigation system. Diakses pada 1 Februari 2017 dari http://www.balsonirrigationsystem.com/cus- tom-drip-irrigation-system-213258.html.
Bappenas. (2014). Unit kerja Bappenas. Diakses dari http://www.bappenas. go.id/unit-kerja/deputi-bidang-sumber-daya-alam-dan-lingkungan- hidup/direktorat-kehutanan-dan-konservasi-sumber-daya- air/Urban Farming.
Barizi, Y. (2016). Cara menghitung indeks pertanaman. Diakses pada 1 April 2016 dari http://www.kwikku.com/yusronbarizi/post/1344542.
Billig. P. P. (2012). Trouble in paradise. Diakses pada 9 Januari 2015 dari https://www. wa.dot.gov/publications/publicroads/12julaug/01.cfm.
Business Dictionary. (2017). Reverse engineering. Diakses pada 9 Februari 2017 dari http://www.businessdictionary.com/de nition/reverse-en- gineering.html.
Cabai hibrida unggul dari Korea. (Februari 1996). Majalah Trubus, hlm. 90.
Climatecnica. (2017). Bombas Sumergibles Grundfos SP A. Diakses pada 8 Februari 2017 dari https://www.climatecnica.com/bombas-sumergi- bles-grundfos-sp-a.72.362.html.
Dariah, A., Kartiwa, B., Sutrisno, N., Suradisastra, K., Sarwani, M., Soeparno, H., & Pasandaran, E. (2013). Prospek pertanian lahan kering dalam mendukung ketahanan pangan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengem- bangan Pertanian, Kementerian Pertanian & IAARD Press.
Department of Soil & Water Conservation Punjab. (2016). [Gambar ilustrasi peralatan yang digunakan untuk irigasi tetes 16 Februari 2016]. Diakses dari http://dswcpunjab.gov.in/contents/photogallery_3.htm.
Diann. (2010). Wobblers versus drip in eld irrigation. Diakses pada 9 Januari 2015 dari http://www.senninger.com/wobblers-versus- drip-in- eld-irrigation/.
Digital Repository Unila. (2017). Diakses pada 9 Februari 2017 dari http:// digilib.unila.ac.id/7586/10/BAB%20II.pdf.
Dijkerman, J. C. (1981). Field description, morphology, and sampling of soils. Wageningen, e Netherland: Wageningen Agriculture University.
Djasmara, M. S. (1987). Rekayasa produksi tanaman setahun, istilah dan de nisi. Direktorat Bina Produksi Tanaman Pangan, Lembaga Peneli- tian Pertanian. Diakses dari http://www.scribd.com/doc/97314291/ ISTILAH-Dan-DEFINISI02-May-Siti-Djasmara#scribd (22 Desember 2014).
Doorenbos, J., Kassam, A.H., Bentvelsen, C.L.M., Branscheid, V., Plusje, J.M.G.A., Smith, M., Uittenbogaard, G.O., & Van Der Wal, H.K. (1979). Yield response to water. FAO Irrigation and Drainage Paper No. 33. Roma.
Doorenbos, J., Pruit, W.O., Aboukhaled A., Damagnez, J., Dastane N.G, Van Den Berg, C., Rijtema, P.E., Ashford, O.M, Frere, M., & FAO Field Sta .
(1984). Cropwater Requirements. FAO Irrigation and Design Paper No. 24. Roma.
Drip Irrigation Zone. (2014). Drip irrigation systems. Diakses pada 11 November 2014 dari http://www.dripirrigationzone.com/drip-irriga- tion-systems/.
Eldridge G. Intl Enterprises Corp. (2017). Showa gate valve pipe ttings. Diak- ses pada 6 Februari 2017 dari https://www.alibaba.com/product-detail/ Showa-Gate-Valve-Pipe-Fittings_105288124.html.
FAO. (2015). Crop calendar: An information tool for seed security. Diakses pada 29 Januari 2015 dari http://www.fao.org/agriculture/seed/crop- calendar/welcome.do.
Goldy, R. (2012). Soil type in uences irrigation strategy. Diakses pada 9 Januari 2015 dari http://msue.anr.msu.edu/news/soil_type_in uenc- es_irrigation_strategy.
Gozuk, S. (2017). Bene ts of VFD drives in irrigation pumping. Diakses pada 8 Februari 2017 dari http://www.vfds.in/bene ts-of-vfd-drives-in-irri- gation-pumping-282594.html.
Green Acres Nursery. (2017). Drip irrigation parts. Diakses pada 31 Januari 2017 dari https://greenacresvista.com/drip-irrigation-parts/.
Grundfos. (2017). Submersible pump - clean water. Diakses pada 7 Februari 2017 dari http://www.grundfos.com/service/encyclopedia-search/ submersible-pump-clean-water.html.
Growers Supply. (2016). Dripper. Diakses pada 2 Februari 2016 dari https:// growerssupply. les.wordpress.com/2014/07/dripper5.jpg.
Happy Rain. (2017). Dripper catalog. Diakses pada 6 Februari 2017 dari http://happyrain.en.made-in-china.com/product-group/TMhnoNrG- vUWa/Dripper-catalog-1.html.
Hardanto, A., Mustofa, A., & Sumarni. (2009). Metode irigasi tetes dan perlakuan komposisi bahan organik dalam budi daya stroberi. Jurnal Keteknikan Pertanian, 23 (1), 15–24.
Heryadi, H. (23 Februari 2016). Budi daya tanaman cabai merah. Diakses dari http://herihariyadi.blogspot.co.id/p/pertanian.html
Hunt, D. (2001). Farm power and machinery management. Illinois, United State of America: Department of Agricultural Engineering, University of Illinois.
Indore, M. P. (2017). Fittings drip irrigation system. Diakses pada 3 April 2017 dari https://www.indiamart.com/proddetail/ ttings-drip-irriga- tion-system-2062816388.html.
Joko, T. (2010). Unit produksi dalam sistem penyediaan air minum. Yogy- akarta: Graha Ilmu.
Kartiwa, B., & Dariah, A. (2013). Teknologi pengelolaan air lahan kering. Dalam Prospek pertanian lahan kering dalam mendukung ketahanan pangan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian & IAARD Press.
Kedaulatan pangan. (September 2014). Majalah Trubus, hlm. 28–29.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2016). Nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah. Diakses pada 29 Januari 2016 dari http:// www.kemendag.go.id/id/economic-pro le/economic-indicators/ exchange-rates.
Kementerian PPN/Bappenas. (2011). Master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025. Diakses pada 31 Oktober 2014 dari http://bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/ kegiatan-utama/master-plan-percepatan-dan-perluasan-pembangu- nan-ekonomi-indonesia-mp3ei-2011-2025/.
Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2010). Tata ruang air. Yogyakarta: Penerbit Andi. Koorevaar, P., Menelik, G., & Dirksen, C. (1983). Elements of Soil Physics.
Amsterdam: Elsevier.
Laba berlipat sidat. (Mei 2015). Majalah Trubus, hlm. 16–17.
Laba besar kedelai besar. (April 2015). Majalah Trubus, hlm. 70–71.
LCDR Irrigation & Water Systems. (2017). IDIT (cylindrical integral dripper). Diakses pada 31 Januari 2017 dari http://davao-sm.all.biz/idit-cylin- drical-integral-dripper-g13948#.WM-lqFV95hE.
Ma, T. (2017). White BSEN 1452 400mm PVC water pipes. Diakses pada 6 Februari 2017 dari https://www.alibaba.com/product-detail/white- BSEN-1452-400mm-pvc-water_60045035439.html.
Marta, P. A. (2012). Kapasitas lapang ( eld capacity), titik layu sementa- ra,titik layu permanen /tepi (permanent wilting point), air higroskopis, air gravitasi,hubungan air dengan metabolisme tumbuhan,pengaruh kekurangan dan kelebihan air. Diakses pada 3 April 2017 dari https:// prayudimarta.wordpress.com/2012/06/15/1-kapasita-lapang- eld-ca- pacitytitik-layu-sementaratitik-layu-permanen-tepipermanent-wilting-
pointair-higroskopisair-gravitasihubungan-air-dengan-metabol- isme-tumbuhanpengaruh-kekurangan/.
Meijer, T. K. E. (1989). Sprinkler & trickler irrigation. Wageningen, e Neth- erlands: Department of Irrigation and Civil Engineering, Wageningen Agriculture University.
Meineckemer (2016). [Gambar ilustrasi pengukur debit air 3 Maret 2016]. Diakses dari http://www.meineckemeters.com/.
Meinecke Meters. (2016). WP/dynamic-cold water turbine meter. Diakses pada 3 Maret 2016 dari http://www.meineckemeters.com/images/ products/thumb/828593.jpg.
Memperkirakan kebutuhan air tanaman. (Mei 2000). Majalah Trubus, hlm. 27.
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. (2008). Pedoman umum reformasi birokrasi. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Apara- tur Negara Nomor PER/15/M.PAN/7/2008.
National Academy of Sciences. (1974). More water for arid lands. Washington D.C.
Navinchandra & co. (2017). Components of Sujay Drip Irrigation System. Diakses pada 8 Februari 2017 dari http://www.navinchandra.com/ prod_ma_drip%20irrigator.htm.
Nelson. (2015). Solid set. Diakses pada 5 Januari 2015 dari http://www. nelsonirrigation.com/products/application/solid-set.
Neologie Bio-Innovations. (2017). Drip irrigation method. Diakses pada 8 Februari 2017 dari https://static.wixstatic.com/media/e024f1_ 2c86f21f49804f5e8b5 c0162e96d1a~mv2.jpg/v1/ ll/w_216,h_132,al _c,q_80,usm_0.66_1.00_0.01/e024f1_2c86f21f49804f5e8b5 c0162e- 96d1a~mv2.webp.
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. (2011). Analisis kebijakan pertanian, Volume 9 Nomor 2, Juni 2011. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
PT Menara Asia Global. (2013). [Gambar ilustrasi pengeboran/pembuatan sumur artesis]. Diakses dari http://www.sumurbor.com.
PT Menara Asia Global (2013). [Gambar ilustrasi peralatan yang digunakan untuk irigasi tetes 16 Februari 2016]. Diakses dari http://hargapompa. blogspot.co.id/2013/03/harga-pompa-air-submersible-centrifugal.html.
PT Menara Asia Global. (2013). Sumur Bor. Diakses pada 16 Februari 2017 dari http://www.sumurbor.com/peralatan.htm.
Saleh, E. (2010). Studi kon ik air irigasi dan alternatif penyelesaiannya di daerah irigasi Kelingi Sumatra Selatan. Jurnal Keteknikan Pertanian, 24(1), 39–43. Bogor: PERTETA-Institut Pertanian Bogor.
Salim, A., Waluya, S, Damtoro, J., & Brojonegoro, A. (1994). Penelitian air tanah di kawasan UPT-BBOK-LIPI Bergen-Tanjung Bintang, Lampung Selatan (pp. 281–298). Prosiding Seminar Ilmiah Hasil-Hasil Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan-LIPI 1993/1994, P3FT-LIPI. Bandung.
Shenzhen Gozuk. (2016). [Gambar ilustrasi peralatan yang digunakan untuk irigasi tetes 16 Februari 2016]. Diakses dari http://www.vfds. in/bene ts-of-vfd-drives-in-irrigation-pumping-282594.html.
Singhvi. G. (2017). LD krishi pipe. Diakses pada 6 Februari 2017. http:// www.exportersindia.com/madhu-plastic-udyog/ld-krishi-pipe-banga- lore-india-1208302.htm.
Sudaryanto, A., Darmajana, D.A., & Tribowo, R.I. (1994). Studi pendahuluan kelayakan lokasi pengujian peralatan mesin pertanian di kebun UPT- Balai Bahan Olahan Kimia- LIPI Desa Purwotani, Kecamatan Tan- jung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Laporan Survey Alsintani BPTTG-P3FT-LIPI. Subang.
Tanindo. (t.t.). Cabai. Diakses pada 3 April 2017 dari http://www.tanindo. com/index.php?option=com_content&view=section&layout=- blog&id=40&Itemid=44.
Tomat kada kebal busuk ujung buah. (Januari 1995). Majalah Trubus, halaman 66.
Tribowo, R. I. (1989). Sprinkler and trickler irrigation design on tertiary unit of Wonogiri irrigation Project. Wageningen, e Netherlands: Wageningen Agricultural University.
Tribowo, R. I., & Sudaryanto, A. (1996). Perancangan irigasi sprinkler dengan perpipaan yang dapat dipindahkan. Prosiding Seminar Ilmiah Has- il-Hasil Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan-LIPI 1995/1996, P3FT-LIPI. Bandung.
Tribowo, R. I. (1997a). Perancangan sistem irigasi tetes untuk budi daya cabai.
Prosiding Seminar Nasional Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi di Tingkat Usaha Tani menuju Pertanian Modern, HATTA-KNI-ICID. Bekasi.
Tribowo, R. I. (1997b). Perancangan dan implementasi irigasi sprinkler untuk budi daya tanaman rumput pakan ternak domba. Prosiding
Perkemahan dan Seminar Tahunan Perhimpunan Teknik Pertanian. Jatinangor.
Tribowo, R. I. (1998a). Panduan teknis perancangan irigasi tetes. Subang: Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna-P3FT-LIPI.
Tribowo, R. I. (1998b). Analisis titik impas dalam perancangan irigasi tetes/ drip untuk lahan multicrop hortikultura. Subang: Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna-P3FT-LIPI.
Tribowo, R. I. (2000a). Irigasi tetes emitter sekrup sebagai alternatif imple- mentasi irigasi hemat air pada lahan marginal untuk usaha agroindustri. Prosiding Seminar Nasional Teknik Pertanian, PERTETA-IPB. Bogor.
Tribowo, R. I. (2000b). Perancangan dan otomatisasi irigasi tetes lahan multicrop hortikultur (pp. II.38–II.45). Prosiding Pemaparan Hasil Litbang IPTEK, LIPI.
Tribowo, R. I., & Hidayat, E.W. (2005). Implementasi sistem irigasi tetes tipe ulir plastik pada budi daya tanaman hortikultura (studi kasus di Desa Kendai Dua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat). Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” 2005, Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri UPN “Veteran” Yogyakarta. Yogyakarta.
Tribowo, R. I., Setiadi, D., & Karsani, E. (2006). Pengadaan air gravitasi untuk keperluan rumah tangga dan prospektif implementasi pompa hidran serta peluang agrobisnis. Buku Implementasi teknologi tepat guna, pember- dayaan ekonomi masyarakat pedesaan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Subang: Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna-LIPI.
Tribowo, R. I. (2008). Manajemen air, karakteristik dan pemanfaatan irigasi dan drainase lahan agribisnis di Kabupaten Jayawijaya. Buku perjalanan LIPI di pedalaman Papua, pengembangan masyarakat di bumi lembah Baliem,Wamena. Subang: Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna-LIPI.
Tribowo, R. I.(2014). Pengembangan dan implementasi teknologi irigasi hemat air. Jakarta: LIPI Press.
Wheel Tractor. (2017). Single cylinder generator. Diakses pada 7 Februari 2017 dari http://www.wheeltractor.com/uploads/images/tractor/ single-cylinder-generator.jpg.
Wiranto, P., Setiawan, B. I., & Saptomo, S. K. (2014). Sistem kontrol irigasi PID. Jurnal Keteknikan Pertanian, Vol. 28(2), 105–110.

Downloads

Published

July 3, 2017